Ya... Begitulah

    Entah sudah berapa lama sejak terakhir kali aku mengarahkan jemariku untuk kembali menulis di blog yang bahkan nyaris kulupakan keberadaannya. Waktu benar-benar berjalan tanpa aba-aba. Tak terasa waktu berlalu begitu cepat.

    Lihatlah, anak kecil yang dulu sering kebingungan menentukan arah kini perlahan memasuki fase beranjak dewasa. Fase yang mempertemukannya dengan perantauan; sesuatu yang dulu selalu ia impikan. Namun kini ia mulai bertanya-tanya, apakah ini benar-benar perjalanan untuk meraih mimpi, atau hanya bentuk pelarian dari tempat yang terlalu lama ia tinggali? Mungkin juga keduanya. Mungkin ini adalah proses panjang untuk menemukan dirinya sendiri.

    Lucunya, semakin dewasa seseorang, semakin banyak hal yang ingin ia lakukan, tetapi semakin banyak pula hal yang ia takutkan. Aku ingin tetap dilindungi dari segala bahaya, tetapi di saat yang sama ingin bebas mencoba hal-hal baru. Ingin tetap memiliki tempat untuk pulang, namun juga ingin menjelajahi dunia yang lebih luas dari yang selama ini kukenal.

    Beberapa bulan lagi, hidupku mungkin akan kembali memulai bab baru. Dan yang akan kutinggalkan kali ini bukan rumah yang selama ini sering membuatku ingin pergi, melainkan tempat yang justru membuatku betah tinggal begitu lama. Enam tahun bukan waktu yang sebentar. Ada terlalu banyak cerita yang terjadi di sana hingga rasanya aneh membayangkan semuanya akan menjadi kenangan.

    Aku tidak tahu akan menjadi seperti apa diriku beberapa tahun ke depan. Apakah aku akan menjadi pribadi yang lebih berani, lebih bijaksana, atau justru semakin kebingungan menghadapi hidup. Yang aku tahu, hari ini aku sedang berada di persimpangan antara rasa takut dan rasa penasaran. 

    Tapi kurasa memang begitu cara hidup berjalan. Tidak semua hal perlu dipahami sejak awal. Kadang kita hanya perlu melangkah, lalu mencari tahu sisanya di tengah perjalanan. Jadi ya, semoga semuanya berjalan baik. Kalau ternyata tidak, semoga aku bisa menghadapinya. 

        

Comments